Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Januari 2008

Perangkat Keras Jaringan

Router

Didalam packet-switched networks seperti Internet, Router adalah sebuah peralatan atau dalam beberapa kasus, Router dapat berupa sebuah perangkat lunak dalam komputer, yang menentukan titik jaringan berikutnya sebagai tujuan kemana paket data tersebut harus dikirim. Router terhubung dengan setidaknya 2 buah jaringan yang berbeda dan menentukan lewat mana sebaiknya data dikirm. Router terletak di setiap Gateway (dimana sebuah jaringan bertemu dengan jaringan yang lain), Router juga sering dimasukkan dalam bagian dari network switch.
Secara umum Router digunakan untuk menghubungkan 2 buah network yang berbeda sehingga client dari masing-masing network tersebut dapat saling berhubungan dan berkomunikasi. Seperti misalnya untuk menghubungkan network local (192.168.x.x) dengan internet (202.x.x.x). Referensi 11xxx.
Router dapat membuat atau menjaga tabel jalur/rute dan kondisinya sehingga dapat ditentukan dengan algoritma khusus mana jalur terbaik yang harus dipakai untuk melewatkan paket data. Paket data dapat melalui beberapa titik jaringan (network points) sebelum mencapai tujuan.
Untuk pengguna komputer yang mempunyai koneksi internet (high speed connection) seperti kabel, satelit atau DSL, Router dapat juga bertindak sebagai Firewall, walaupun user hanya mempunyai sebuah komputer saja.
Para IT engineer percaya bahwa penggunaan Router memberikan proteksi yang lebih baik terhadap hacking dari pada penggunaan software Firewall. Hal ini dikarenakan tidak ada Internet Protocol address (IP Address) yang langsung mengakses internet. Ini membuat port scan, sebuah teknik untuk mencari kelemahan sistem user, hampir tidak dimungkinkan. Selain itu Router tidak mengkonsumsi resources dari komputer seperti dalam penggunaan software Firewall. Router komersil sangat mudah di-install dan tersedia untuk jaringan kabel atau wireless dengan harga terjangkau.


Kabel Jaringan


Era informasi saat ini sungguh sangat mencengangkan! karena di Indonesia sendiri sebagai negara berkembang sudah mulai menilik ke depan dengan menggunakan teknologi informasi sebagai tahap untuk membangun bangsa. Dengan adanya Kementrian Komunikasi dan Informasi dengan mengeluarkan beberapa standar nasional untuk bidang teknologi informasi di Indonesia. Dengan adanya standarisasi nasional, tentu keberadaan teknologi informasi akan semakin bersinergi dengan baik. Untuk standarisasi Teknologi Informasi dilakukan secara nasional dan juga tidak boleh melanggar ketentuan standar internasional, ini dimaksudkan agar keberadaan peralatan masih tetap dapat digunakan di Indonesia dan dunia Internasional. salah satu standar internasional yang akan kita lirik saat ini adalah keberadaan kabel jaringan/UTP (Unshield Twisted Pair) yang digunakan untuk keperluan transfer data dan informasi melalui jaringan LAN (Local Area Network) baik untuk internal maupun untuk menuju ke Internet. Kabel UTP sudah memilik standar internasional baik dari segi ukuran maupun pewarnaan kabel. Warna di kabel jaringan memiliki 8 (delapan) jenis warna yaitu :
- putih-kuning
- kuning
- putih-hijau
- hijau
- putih-biru
- biru
- putih-coklat
- coklat
Dengan standar warna dan ukuran, maka setiap perusahaan yang akan memproduksi kabel UTP harus mengikuti standar internasional agar dapat masuk ke pasar. Pemasangan Kabel UTP harus mengikuti standar internasional (dan tentu saja secara nasional ketentuan ini berlaku) untuk urutan pemasangan kabel dan pengaturan jenis transfer data melalui kabel ini. ada dua jenis tipe pengaturan/konfigurasi kabel UTP, yaitu :
- Straight (langsung)
- Cross (menyilang)
Urutan angka, yaitu :
- kabel Straight, ujung 1 adalah 1 2 3 4 5 6 7 8 dan ujung satunya sama 1 2 3 4 5 6 7 8 .
- kabel Cross, ujung satu adalah 1 2 3 4 5 6 7 8 dan ujung berikutnya adalah 3 6 1 4 5 2 7 8 .

oleh: Agung Surya Pratama
~http://www.channel-11.net/ina/faq/index.php?faq_id=14&category_id=9
~http://unilanet.unila.ac.id/~harid/d/node/34
~http://www.scn.put.poznan.pl/?view=showimg&td=utp-kabel
~http://www.talamona.it/default.asp?W=45

Perangkat Keras Jaringan

Circuit Switching

Dalam dunia telekomunikasi, jaringan circuit switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit (atau kanal) yang dedicated diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi. Sirkuit yang dedicated tidak dapat digunakan oleh penelepon lain sampai sirkuit itu dilepaskan, dan koneksi baru bisa disusun. Bahkan jika tidak ada komunikasi berlangsung pada sebuah sirkuit yang dedicated, kanal tersebut tetap tidak dapat digunakan oleh pengguna lain. Kanal yang dapat dipakai untuk hubungan telepon baru disebut sebagai kanal yang idle.
Untuk call setup dan pengendalian (dan keperluan administratif lainnya) dapat digunakan sebuah kanal pensinyalan yang dedicated dari node terakhir ke jaringan. ISDN adalah salah satu layanan yang menggunakan sebuah kanal pensinyalan terpisah. Plain Old Telephone Service (POTS) tidak memakai pendekatan ini.
Sebuah metoda untuk membangun, memonitor perkembangan, dan menutup sebuah koneksi adalah dengan memanfaatkan sebuah kanal terpisah untuk keperluan pengontrolan, misalnya untuk links antar telephone exchanges yang menggunakan CCS7 untuk komunikasi call setup dan informasi kontrol dan menggunakan TDM untuk transportasi data di sirkuit tersebut.
Sistem telepon zaman dahulu merupakan contoh penggunaan circuit switching. Pelanggan meminta operator untuk menghubungkan mereka dengan pelanggan lain, yang mungkin berada pada yang sama, atau melalui sebuah inter-exchange link dan operator lain. Dimanapun posisi para pelanggan ini, tetap terbentuk sebuah koneksi antar telepon kedua pelanggan selama hubungan telepon berlangsung. Kawat tembaga yang sedang digunakan untuk koneksi ini tidak dapat digunakan untuk hubungan telepon lain, walaupun para pelanggan ini tidak sedang berbicara dan jalur ini dalam kondisi tidak digunakan (silent).
Akhir-akhir ini sudah dapat dilakukan multiplexing terhadap berbagai koneksi yang terdapat pada sebuah konduktor, namun demikian tetap saja setiap kanal pada link yang mengalami multiplexing selalu berada pada salah satu dari dua kondisi ini : dedicated pada sebuah koneksi telepon, atau dalam keadaan idle. Circuit switching mungkin relatif tidak efisien karena kapasitas jaringan bisa dihabiskan pada koneksi yang sudah dibuat tapi tidak terus digunakan (walaupun hanya sebentar). Disisi lain, keuntungannya adalah cepatnya membuat koneksi baru, dan koneksi ini bisa digunakan dengan leluasa selama dibutuhkan.
Pendekatan lain adalah packet switching yang membagi data yang akan dikirimkan (misalnya, suara digital atau data komputer) menjadi kepingan-kepingan yang disebut paket, yang lalu dikirimkan melewati sebuah shared network. Jaringan packet switching tidak membutuhkan sebuah sirkuit khusus untuk melakukan koneksi. Dengan pendekatan ini banyak pasangan node dapat melakukan komunikasi yang hampir simultan pada kanal yang sama. Dengan tiadanya koneksi yang dedicated, masing-masing paket yang diberikan dilengkapi dengan alamat tujuan sehingga jaringan dapat mengirimkan paket tersebut ke tujuan yang diinginkan.sumber:

Ethernet Card

Ethernet adalah teknologi yang paling banyak dipakai saat ini dalam LAN (local area network). Ethernet pertama kali dikembangkan oleh XEROX, DEC, and Intel. Ethernet LAN menggunakan kabel coaxial atau twisted pair. Ethernet juga digunakan dalam wireless LAN. Ethernet yang paling banyak dipakai disebut 10BASE-T dimana dapat menyediakan kecepatan transmisi sampai dengan 10 Mbps (Mega bits per second). Fast Ethernet or 100BASE-T menyediakan kecepatan transmisi sampai dengan 100 megabits per second. Gigabit Ethernet bahkan menyediakan level yang lebih tinggi dan mendukung backbone sampai dengan 1000 megabits per second (1 gigabit atau 1 billion bits per second). 10-Gigabit Ethernet menyediakan sampai dengan 10 billion bits setiap detiknya.

Ethernet diberi nama oleh Robert Metcalfe, salah satu pengembangnya, untuk menunjuk ke passive substance yang disebut "luminiferous (transmisi cahaya) ether". CHANNEL-11 menghubungkan antena penerima ke komputer user dengan menggunakan kabel UTP yang masuk ke ethernet card (kartu jaringan). Jika user memanfaatkan layanan 64 kbps maka komputer sebenarnya dapat mengirimkan data sampai dengan batasan maksimum ethernet card yang terinstall ke radio penerima (bridge). Contoh 100 Mbps, tetapi karena dari radio penerima user memakai teknologi wireless yang hanya sampai 11 Mbps (wireless 802.11b) maka batasan datanya hanya maksimum sampai 11 Mbps. Namun mengingat layanan yang diambil adalah 64 kbps maka dari server CHANNEL-11 atas permintaan user akan dikirimkan data dengan bandwidth hanya sebesar 64 kbps. Koneksi CHANNEL-11 juga dapat dihubungkan memakai wireless dari radio penerima ke komputer user dengan catatan bahwa komputer user sudah dilengkapi dengan penerima yang kompatibel dengan 802.11b.


oleh: Elizabeth Olivia
sumber:
~http://id.wikipedia.org/wiki/Circuit_switching
~http://www.indocommerce.net/product_info.php/products_id/47
~http://www.channel-11.net/ina/faq/index.php?category_id=9&faq_id=9
~http://www.germes-online.com/catalog/96/530/34695/gigabit_lan_card.html






Rabu, 26 Desember 2007

Topologi Jaringan

TOPOLOGI STAR (BINTANG):
Beberapa simpul/node dihubungkan dengan simpul pusat/host, yang membentuk
jaringan fisik seperti bintang, semua komunikasi ditangani langsung dan
dikelola oleh host yang berupa mainframe komputer.

Kelebihan
* Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
* Tingkat keamanan termasuk tinggi.
* Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
* Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan
* Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.

TOPOLOGI BUS:
Beberapa simpul/node dihubungkan dengan jalur data (bus). Masing2 node
dapat melakukan tugas-tugas dan operasi yangberbeda namun semua mempunyai
hierarki yang sama.
Kekurangan
* kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana
* jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan
Kelebihan
* pengembangan jaringan atau penambahan
workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain

TOPOLOGI RING (CINCIN):
Bentuk ini merupakan gabungan bentuk topologi loop dan bus, jika salah
satu simpul/node rusak, maka tidak akan mempengaruhi komunikasi node
yang lain karena terpisah dari jalur data.
Kekurangan
* komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan






oleh Bagus Dovyanto R.
Sumber: ~http://ezine.echo.or.id/ezine1/pengenalan%20jaringan%20%5Bbagian%201%5D.txt
~http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_bintang
~http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_cincin
~http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_bus
~http://www.sdie99.freehomepage.com/tugasan_2.htm